Tidak Punya Kesiapan Menerima Hidayah.
Sesungguhnya hal ini telah saya sebutkan, yaitu bahwa hati orang yang bersangkutan tidak punya kesiapan untuk menerima hidayah, tidak punya kemauan untuk itu, tidak menyukainya, tidak mencarinya, dan tidak pula menginginkannya dengan keinginan yang keras.
Sesungguhnya sebagian orang ada yang tidak memperhatikan apakah dirinya beroleh petunjuk ataukah sesat. Dia pun tidak punya perhatian untuk menimba ilmu atau meraih faidah yang berguna. Dia sama sekali tidak perhatian untuk menuntut ilmu agama atau tidak menuntutnya.
Akan tetapi, seandainya keluarganya tidak punya roti (beras), tentulah problem ini lebih penting baginya daripada mengetahui makna surat al Fatihah atau hal-hal yang dpat menunjukinya kepada masalah-masalah agamanya yang bersfiat fardhu 'ain atau sunnah Nabi Shallahu alahi wasslam dalam shalatnya.
Orang seperti ini tidak punya kesiapan untuk menerima hidayah dan tidak pula memperhatikannya. Sehubungan dengan hal ini Allah Ta'ala telah berfirman:
"Kalau kiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar. Dan jikalau Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka pasti berpaling juga, sedang mereka memalingkan diri (dari apa yang mereka dengar itu." (QS. al-Anfal [8] : 23)
Jumat, 17 Juni 2011
Minggu, 22 Mei 2011
Akibat Isti'jaal: Tersebarnya Kemungkaran
Akibat merajalelanya aneka jenis kemungkaran sambil tidak mengetahui bagaimana jalan keluar yang harus dilakukan, dapat juga menjadikan seorang aktivis bersikap isti'jaal.
Zaman sekarang ini rasanya kita hampir tidak mungkin bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya, kecuali kita melihat kemungkaran berlalu lalang di sekeliling kita. Padahal, sebagai seorang muslim, ketika kita melihat kondisi yang seperti itu, kita wajib memberantasnya agar bumi ini tidak berubah menjudi pusat kejahatan dan kerusakan. Firman Allah SWT :
Sabda Rasulullah Shallahu alaihi wassallam:
"Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka ubahlah dengan lisannya. Jika masih juga tidak mampu, maka ubahlah dengan hatinya. Itulah selemah-lemahnya iman." (HR. Muslim dan Abu Daud)
"Perumpaan orang yang berpegang teguh pada aturan Allah dan orangyang melanggarnya diibaratkan seperti penumpang sebuah kapal laut: Ada yang berada di bawah harus mengambil keperluan minum dari atas. Kemudian mereka berkata, 'Sebaiknya kami lubangi saja kapal bagian kami ini agar tidak merepotkan penumpang yang berada diatas kapal. 'JIka tindakan mereka dibiarkan maka akan binasa semuanya. Jika mereka dicegah, niscaya selamatlah seluruh penumpang yang ada didalamnya." (HR Bukhari)
Zaman sekarang ini rasanya kita hampir tidak mungkin bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya, kecuali kita melihat kemungkaran berlalu lalang di sekeliling kita. Padahal, sebagai seorang muslim, ketika kita melihat kondisi yang seperti itu, kita wajib memberantasnya agar bumi ini tidak berubah menjudi pusat kejahatan dan kerusakan. Firman Allah SWT :
وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لَّفَسَدَتِ الْأَرْضُ
"Seandainya Allah tidak menolak (kerusakan) sebaahagian manusia dengan sebagian lain, pasti rusaklah bumi ini ..." (QS. Al-Baqarah [2] : 251)وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لَّهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ كَثِيرًا ۗ وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ
"... Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain niscaya telah dirobohkan biara-biara nasrani,rumah-rumah ibadah orang Yahudi, dan masjid-masjid yang didalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang-orang yang menolng agama-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuasa lagi Maha Perkasa." (QS. Al-Hajj [22] :40)Sabda Rasulullah Shallahu alaihi wassallam:
"Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka ubahlah dengan lisannya. Jika masih juga tidak mampu, maka ubahlah dengan hatinya. Itulah selemah-lemahnya iman." (HR. Muslim dan Abu Daud)
"Perumpaan orang yang berpegang teguh pada aturan Allah dan orangyang melanggarnya diibaratkan seperti penumpang sebuah kapal laut: Ada yang berada di bawah harus mengambil keperluan minum dari atas. Kemudian mereka berkata, 'Sebaiknya kami lubangi saja kapal bagian kami ini agar tidak merepotkan penumpang yang berada diatas kapal. 'JIka tindakan mereka dibiarkan maka akan binasa semuanya. Jika mereka dicegah, niscaya selamatlah seluruh penumpang yang ada didalamnya." (HR Bukhari)
Sabtu, 21 Mei 2011
Muhasabah
Umar Al Faruq berkata :
حَاسِبُوا أنْفُسَكُم قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُا وَزِنُوْهَا قَبْلَ أَنْ تُوْزَنُوْا وَ تَزَيَّنُوا لِلعَرْضِ الأَكْبَر
Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab. Timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang. Dan berhiaslah (beramal shalihlah) untuk persiapan hari ditampakkannya amalan hamba. [At Tirmidzi dalam Shifatul Qiyamah]
Hakikat muhasabah ialah, menghitung dan membandingkan antara kebaikan dan keburukan. Sehingga, dengan perbandingan ini diketahui mana dari keduanya yang terbanyak. [Ibnu Qoyyim]
Ibnu Mas’ud berkata,”Cukuplah sesorang itu berdosa jika dikatakan kepadanya “bertakwalah kepada Allah”, lantas ia berkata ‘Urus dirimu sendiri, orang seperti kamu mau menasihatiku?”
Pada suatu hari Khalifah Harun Ar Rasyid keluar naik kendaraan untanya yang mewah dan penuh hiasan, lalu seorang Yahudi berkata kepadanya: “Wahai, Amirul Mukminin. Bertakwalah engkau kepada Allah,” maka beliaupun turun dari kendaraannya dan sujud kepada Allah di atas tanah dengan penuh tawadhu` dan khusyu. Khalifah kemudian memerintahkan agar kebutuhan orang Yahudi tersebut dipenuhi.
Kamis, 21 April 2011
'Kartini' dan 'Kartono' Menyoal Feminisme Hari Kartini
Bulan April, apa sih yang ada di benak kamu? Hari Kartini, pastinya. Hari yang diyakini sebagai tonggak emansipasi kaum wanita. Nggak bosan-bosannya topik ini dibicarakan terutama di kalangan aktivis feminisme dengan judul baru bernama pemberdayaan perempuan. Seakan-akan tanpa program mereka, kaum perempuan tak berdaya.
Diperparah dengan beberapa lagu yang sengaja memanas-manasi para perempuan untuk mau ‘berjuang’. Nah, salah satunya lagu di bawah ini neh.
Di era tahun 80-an, ada lagu yang berlirik seperti ini:
Semenjak Kartini itu lahir di hari itu
Contoh dan teladan diberi pada kaumku
Wanita bukan budak yang hina
Anggapan lama semua kaum pria
Gunung kan kudaki laut kuseberangi
Mencari Bahagia
Aku disakiti aku diingkari
Dan aku dihina
Apa pria tega menghina wanita
Sayang sayang sayang
Adam tanpa hawa
Tak ada artinya
Sayang sayang sayang.
Waduh, hafal banget yah? Hehe, kebetulan aja kakak-kakak saya -
yang cewek adalah penggemar lagu melow, salah satunya adalah lagu ini. Dan kebetulan aja saya yang saat itu masih pake seragam putih merah alias SD teringat dengan lirik ini. Coba deh kamu tanya ke mamamu yang barangkali aja ingat dengan lagu ini.
Kita bukan mau berlatih olah vokal. Saya juga tak akan mengajari kamu bagaimana cara menyanyikan lagu ini. Tapi saya akan ajak kamu untuk berpikir kritis dalam menyikapi hari Kartini dan juga lagu-lagu sejenis ini. Supaya apa? Supaya kamu nggak terjebak dan terjerumus dengan ide feminisme yang kedengarannya aja manis di mulut dengan tajuk perjuangan hak perempuan. Padahal mah ide ini jauh panggang daripada api, alias nggak ada bagusnya bagi perbaikan nasib dan harga diri kaum perempuan sendiri. Nggak percaya? Baca aja lanjut, okay?
Langganan:
Postingan (Atom)


